(Tugas) Permasalahan dalam Perkembangan Keluarga

Yak, kembali lagi ke tugas :v Masih tentang Ilmu Sosial Dasar. Dan apa yang akan saya bahas sekarang? pada post sebelumnya, saya pernah membahas tentang permasalahan yang terjadi di masyarakat. Untuk kali ini sedikit berbeda, permasalahan yang akan dianalisis kali ini adalah permasalahan dalam individu atau keluarga. Dan lagi-lagi, saya akan membahas permasalahan yang sedang hangat akhir-akhir ini. dari gambar sudah kelihatan kan? Yuk kita analisis bersama (Lah, ini tugas gw :v)

Manusia tidak pernah lepas dari permasalahan sosial, baik dalam masyarakat, keluarga, bahkan individu itu sendiri. Kali ini saya akan membahas permasalahan yang ada dalam keluarga. Biasanya permasalahan yang ada di dalam keluarga adalah soal ekonomi. Keterbatasan, pekerjaan orang tua yang kurang memenuhi kebutuhan keluarga, kecenderungan yang tinggi, dan hal-hal lain bisa menyebabkan permasalahan. Tapi bukan soal ekonomi yang kali ini saya bahas.

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan nama AQJ (tidak perlu disebutkan namanya pasti sudah tahu). Dari nama tersebut pasti kita sudah bisa membayangkan apa yang terjadi kepadanya. Kecelakaan yang terjadi pada AQJ di Tol Jagorawi menyebabkan banyak korban, bahkan beberapa nyawa melayang. Yang menjadi permasalahan adalah AQJ masih dibawah umur, sedangkan dia bisa leluasa mengendarai mobil di jalan, bahkan di tol. Lalu, siapa yang salah?

Mungkin awalnya kita menyalahkan AQJ karena sudah seenaknya mengendarai mobil padahal masih dibawah umur. Tapi kesalahan ini tak lepas juga dari peran orang tuanya yang "sepertinya" memperbolehkan dia untuk menyetir mobil. Kita pasti sudah tahu bahwa untuk mengendarai mobil kita diwajibkan untuk memiliki SIM, yang bisa didapatkan bila orang tersebut sudah berumur diatas 17 tahun. Tapi mengapa? Apakah orangtuanya tidak tahu, atau memang benar-benar dibebaskan untuk mengendarai kendaraan besar itu?

Inilah yang jadi pokok permasalahan yang akan saya bahas kali ini. Pada dasarnya, peran orangtua adalah mendidik anaknya sejak lahir agar menjadi individu yang baik di masa depan. Tapi mungkin untuk kasus yang ini, orangtuanya bisa dibilang sedikit melupakan pendidikan tentang keselamatan, terutama untuk mengendarai kendaraan. Menurut saya, boleh mengendarai kendaraan di umur yang mungkin belum sepantasnya, tapi harus ada pendamping yang lebih ahli. Pendekatan dan edukasi dari orangtua juga sangat diperlukan. SIM hanya boleh dimiliki saat usia diatas 17 tahun juga pastinya memiliki alasan, dan yang pasti karena biasanya individu yang umurnya dibawah 17 tahun masih belum memiliki pemikiran yang matang, atau kalau anak jaman sekarang bilang "masa-masa labil".

Karena orangtua adalah orang yang pastinya paling dekat dengan anak sehari-harinya, maka seharusnya harus ada pendekatan antara orangtua dan anak, dan juga diberikan edukasi sejak dini tentang keselamatan dan keamanan dalam berlalu lintas. Peran orang-orang terdekat juga sangat diperlukan untuk membentuk personal yang lebih baik.

---------------------------------------------------------------

Mungkin hanya itu saja analisis yang saya buat (mungkin lebih sedikit dari sebelumnya). Mungkin kata-kata yang saya gunakan menyinggung hati, jadi mohon maklumi saya yang merupakan penulis pemula ini. Kurang lebihnya mohon maaf. Thanks for reading~

Sumber :
- budhi2009.blogspot.com
- Media Televisi & Koran
- Gambar : Google

SHARE ON:



Legaiabay is a random people who loves playing video games so much and (maybe) an hardcore console gamer. Just writing what I like in good mood, except college work lol. Enjoy, nothing here will interest you :D

    Blogger Comment

0 komentar:

Post a Comment