(Review) Dragon's Dogma - Dark Arisen (PC)

(Review) Dragon Dogma - Dark Arisen (PC) - Kembali lagi ke game review~ Akhirnya setelah sekian lama sense of gaming (?) saya hilang dan kebanyakan main mobile game (Terra Battle dan Granblue Fantasy), akhirnya bisa serius lagi main game serius (??). Sudah lama sekali saya sendiri ga pernah main game open-world begini. Dan jujur sebenarnya game RPG bertema western bukan  selera saya, tapi game ini memberikan pengalaman yang berbeda. Seperti apa review dari saya? Check this out!
- STORY

Awal cerita sih simpel. Naga serang desa, ada satu-satunya orang (MC) yang berani lawan naga itu, kalah, diambil jantungnya, naga pergi, ternyata kita masih hidup, dan akhirnya disuruh kejar naga itu lagi buat ambil jantungnya sendiri. Sesimpel itu, awalnya. MC disebut sebagai Arisen karena mungkin jadi orang terpilih untuk lawan naga. 

Tapi sepanjang perjalanan, kamu akan dibelitkan dengan banyak pertanyaan. Apa itu Arisen? Siapa sih Pawn yang kita buat/temui? Kenapa MC menjadi Arisen, bukan yang lain? Siapa sih naga yang sempat menyerang desa? Dan pertanyaan mendalam lainnya. Mungkin mengikuti Story Quest tidaklah cukup untuk menjelaskan semuanya. Banyak hint yang bisa kamu dapatkan dengan menyelesaikan Side Quest (jika kamu benar-benar ingin mendalami ceritanya) sehingga terlihat kurang lebih seperti puzzle yang harus disusun satu-per-satu dan pieces-nya harus kamu cari sendiri, salah satunya lewat Side Quest. 

Saya ingin menjelaskan tentang endingnya sedikit, tapi takut spoiler karena ternyata memberikan twist yang tidak diduga. Silakan mainkan sendiri kalau penasaran.

- GAMEPLAY

Salah satu poin yang paling amat sangat saya suka dari Dragon's Dogma. Apalagi kalau bukan cara bertarung yang benar-benar dinamis. Saya sudah melihat berbagai review dan komentar di berbagai website, dan memang yang paling unggul dari game ini adalah cara bertarung yang realistis. Saya memang bukan fans genre open-world seperti ini, tapi memang setelah membandingkan dengan Dark Souls, Skyrim, dan The Witcher, animasi game ini saat bertarung sangat realistis. Kelihatannya sih memang pengembangan dari gerakan animasi Monster Hunter karena ada beberapa gerakan yang mirip (dan berhubung developer-nya sama). Dan kapan lagi kamu bisa manjat badan Ogre, Griffon, bahkan naga? Cuma di Dragon's Dogma yang bisa (saat ini) lol (Ternyata game lain bisa lol Tapi tetep saya rasa tetap Dragon's Dogma lebih menarik). Dengan fitur seperti itu, kamu bisa punya keunggulan sendiri saat menyerang boss. Tapi tetap hati-hati, karena kamu bisa saja mati karena jatuh dari ketinggian, ditimpa badan boss, dan cara lainnya. Satu yang saya tidak suka saat memanjat monster, pengaturan posisi kameranya kurang maksimal, terutama untuk boss yang badannya amat sangat besar seperti Dragon. Saat manjat ke kepala, kamera sering berada di bawah badan atau sayap sehingga tidak bisa melihat dimana MC-nya. Arah gerakan saat memanjat juga kadang membingungkan. Misal dari kaki ingin ke kepala, saya pencet atas kadang turun kebawah, juga sebaliknya. 


Untuk sistem class/job (disini namanya Vocation), mungkin cuma Dragon's Dogma yang membuat saya benar-benar puas. Total ada 9 job, yang dibagi menjadi Basic, Advance, dan Hybrid. Untuk job dasar kamu bisa memilih Fighter, Strider, dan Mage. Yang menarik adalah job advance dan hybrid karena kamu bisa memilih job yang fokus pada satu keunggulan, atau gabungan antara dua job. Misal untuk yang advance kamu bisa pilih Warrior untuk jarak dekat dengan damage dan HP besar atau Sorcerer yang fokus ke magic dengan tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan untuk yang hybrid bisa pilih Assassin yang bisa pakai hampir semua senjata dan skill (kecuali yang dipake mage) atau Magick Archer yang bisa menggunakan magic dalam bentuk panah. Sejak dulu saya menginginkan ada game yang punya job gabungan antara fisik dan magic (bukan asal hybrid), dan game ini berhasil menyatukannya dengan sangat baik. Saya suka dengan long-range job. Tapi terkadang saya sulit memilih antara Archer dan Mage, dan disini tersedia job Magick Archer. Cara bertarungnya benar-benar sesuai ekspetasi saya.

Dragon's Dogma mungkin bisa dibilang tidak terlalu open-world. Awalnya mungkin akan terasa sangat besar karena area yang akan kamu telusuri cukup luas. Tapi semakin jauh permainan, mungkin ada perasaan "Cuma segitu ternyata?". Maklum, karena dari berita yang pernah saya lihat, dunia di game ini benar-benar di-cut besar-besaran! Kamu hanya bisa menjelajahi daerah Gransys, sedangkan ide awalnya bisa lebih dari itu. Entahlah, mungkin keterbatasan disc space karena memang game ini awalnya dari PS3. Tapi tidak perlu khawatir, karena Dragon's Dogma punya segudang dungeon yang bisa kamu telusuri lebih dalam, dan ditambah lagi konten baru dari seri Dark Arisen dengan tambahan dungeon baru, yaitu Bitterblack Isle yang dikhususkan untuk player tingkat tinggi. Bisa saja kamu dikejutkan dengan boss berukuran besar dengan serangan yang membabi buta di area yang sangat kecil, dan itu adalah pengalaman cukup menyebalkan untuk saya sejauh ini. Siang dan malam juga berpengaruh disini. Mungkin di siang hari kamu akan sering bertemu dengan goblin, kawanan bandit, dan musuh lainnya, sedangkan di tempat yang sama pada malam harinya kamu akan bertemu segerombol serigala, pasukan undead, bahkan semacam cult yang sedang menjalankan ritual agama lol.

Oh ya, kamu juga bisa membuat satu Pawn khusus yang akan menemanimu sampai akhir, dan bisa menyewa pawn lainnya lewat Rift maupun pawn yang kamu temukan di jalan atau kota. Sejauh ini AI yang mengendalikan pawn cukup bagus, khususnya di area terbuka. Cukup baik untuk role-nya masing-masing seperti pawn dengan job Warrior yang bisa jadi tanker dan menarik aggro musuh. pawn Mage yang akan heal kamu di saat yang tepat, dan pawn Strider yang rajin banget naik ke badan boss lol. Tapi jika dihadapkan dengan boss di area yang kecil... You fu**ed up man! Satu pengalaman yang membuat saya amat sangat jengkel adalah saat di suatu tempat di Bitterblack Isle, kamu dihadapkan dengan Eliminator (minotaur-thing) di ruangan yang amat sangat kecil (mungkin ukuran nyatanya sekitar 3x5 meter) dengan jangkauan serangan palunya yang hampir satu ruangan. Bisa saja kamu tarik keluar, tapi pawn akan tetap bandel berada di dalam dan akhirnya boss itu akan mengikuti terus pawn yang ada di dalam. Dan akhirnya, Magick Archer adalah jawabannya. Skill Ricochet Hunter terlalu imba...

Eliminator kampreeeeet~



- GRAFIK

Saya juga bukan fans grafik, tapi Dragon's Dogma sudah memberikan pengalaman yang cukup realistis. Game hasil port dari PS3 ini digubris sangat baik di PC, dengan banyaknya pilihan setting untuk grafis dan support 60fps. Jauh lebih baik dari versi PS3. Kamu akan merasakan indahnya pemandangan di siang hari dan menyeramkannya hutan dan dungeon di malah hari. Saya sangat suka animasi magic yang ditampilkan, misal saat menggunakan magic Bolide.


Untuk pembuatan karakter, cukup baik karena diberikan kebebasan dan pilihan yang sangat banyak, mulai dari yang dasar sampai detail. Nilai plus karena bisa buat karakter loli (?). Untuk desain equipment, saya kurang suka sih karena bukan fans game dengan tema medieval, tapi saya cukup suka dengan desain armor tipe full-plate dengan jubah dibelakang. 

Saya suka dengan desain monster-nya yang memberikan kesan yang cukup menyeramkan terutama untuk boss macam Ogre, Chimera, dan Dragon. 

- MUSIK DAN SUARA

Salah satu poin yang juga sangat saya suka. Tiap tempat memberikan musik latar yang bagus, terkadang juga bikin merinding, Dan tiap pertarungan boss juga punya BGM yang berbeda, dan rata-rata memberikan feel yang kadang menakutkan, tapi juga semangat. Misal saat melawan Ogre, saat pertarungan biasa musiknya akan memberikan feeling seperti lawan musuh yang sangat kuat, dan sedangkan saat berhasil membuat Ogre lumpuh, tiba-tiba musik jadi menggebu-gebu seperti memberikan keberanian untuk menyerang balas.

Sedangkan untuk suara karakter dan monster, sejauh ini cukup baik walaupun untuk pawn kadang memang berisik dan omongannya juga ga guna lol. Tapi tidak jarang juga membantu misal sedang malam hari dan kita tidak bisa melihat musuh disekitar, pawn akan memberitahukan dengan senang hati. Saat quest juga kadang suka memberikan hint. "Stupid human!", kata Goblin lol.

- KESIMPULAN

Recommended banget! Bahkan saya yang hampir tidak pernah main game open-world dengan tema medieval pun suka. Walaupun bisa dibilang game lama (sekitar 3 tahun sebelum rilis di PC) tapi pengalaman yang diberikan sama seperti game masa kini. Hasil port dari PS3 ke PC juga sangat baik (beda sama fantasi terakhir lol). 

Saya pertama kali kenal game ini karena tidak sengaja lihat post teman saya di FB tentang Dragon Dogma Online yang sayangnya masih buat region Jepang. Lihat gameplay di Youtube ternyata cukup menarik dan berbeda dari game open-world lainnya yang pernah saya lihat/mainkan. Setelah saya coba, kesan pertama saya adalah "Ini mah Monster Hunter versi open-world lol". Tapi hal pertama yang membuat saya tertarik tentunya adalah cara bertarungnya yang lebih realistis dan masuk akal. Beberapa bulan kemudian, muncul berita kalau Dragon's Dogma Dark Arisen bakal di-port ke PC! Yay!

Buat yang tertarik main Dragon's Dogma Online, silakan main ke subreddit ini. Sudah ada yang buat English Translation khususnya untuk teks-teks penting seperti main quest, skill, item, menu, dan lain-lain. Sayang masih harus pakai VPN. Mudah-mudahan rilis ke barat, bahkan sampai ada yang buat petisi lol. 

Dragon's Dogma Dark Arisen PC sudah rilis di Steam untuk platform Windows tanggal 15 Januari 2016. Cek disini untuk membeli via Steam. Tidak disarankan untuk main bajakan. *suara petir tiba-tiba*

SHARE ON:



Legaiabay is a random people who loves playing video games so much and (maybe) an hardcore console gamer. Just writing what I like in good mood, except college work lol. Enjoy, nothing here will interest you :D

    Blogger Comment

0 komentar:

Post a Comment